.:: Kata-kata Hikmah ::.

Saturday, October 6, 2007

.:: Renungan Di Akhir Ramadhan ::.

Kesyukuran dan kebahagiaan selalu terpancar pada diri setiap muslim ketika menjalani hari-hari di bulan Ramadhan dengan berbagai aktivitas dan ibadah. Segenap kesyukuran kehadirat Illahi Rabbi dikarenakan Allah SWT menganugerahi satu bulan suci yang sepuluh hari pertamanya berisikan Rahmat, sepuluh hari kedua mengandung magfi (keampunan) dan sepuluh hari terakhir merupakan pembebasan dari api neraka. Curahan kebahagiaan seorang muslim disebabkan Allah selalu membukakan pintu ampunan bagi setiap hamba-Nya yang bertaubat, Allah kabulkan permohonan hamba-Nya yang meminta dengan penuh harap, Allah lipat gandakan nilai amal kebajikan dan Allah tatap hamba-Nya dengan Rahman dan Rahim-Nya. Rasullullah SAW bersabda:

Andaikan Umatku tahu akan rahasia keistimewaan bulan Ramadhan yang dikabulkan, doa-doa mustajab (dipenuhi), segala dosa diampuni dan surga merindukan mereka' Kini Ramadhan memasuki hari-hari akhirnya. Perlahan tapi pasti, bulan yang mulia ini akan berpisah dengan kita. Ada keharuan, kesedihan dan pengharapan di penghujung bulan yang penuh berkah ini. Haru dan sedih dikarenakan kita akan berpisah dengan penghulu segala bulan. Harapan dihati kiranya Allah mengampuni salah dan dosa, menerima amal kebajikan serta memberikan kita kesempatan untuk bertemu diramadhan tahun yang akan datang dengan keadaan yang lebih baik dari tahun ini. Dalam satu Hadits Qudsi Allah berfirman :
'Segala amal perbuatan manusia adalah hak miliknya, kecuali puasa, sebab puasa adalah bagi-Ku dan Akulah yang akan membalasnya.'

Ramadhan mendidik kita untuk peduli dengan sesama, kepedulian inilah yang semakin hari kita rasakan semakin menipis. Secara kasat mata banyak orang hidup hanya untuk dirinya dan kepentingannya tanpa menghiraukan orang lain. Kepedulian baru lahir tatkala dia mengharapkan sesuatu dari orang lain. Kepedulian 'mendadak' muncul karena ingin mengangkat citra dirinya (image) dihadapan orang. Padahal Rasullullah SAW mengajarkan kita untuk senantiasa bermanfaat bagi orang banyak, sebagaimana sabda Beliau: 'Sebaik-baik manusia adalah, manusia yang banyak memberikan manfaat bagi orang lain' Sudah saatnya kita bermuhasabah (Introspeksi diri) kita yang hidup berkecukupan atau hidup dalam kemewahan terkadang lupa dengan orang-orang yang kurang beruntung dalam hidupnya, hidup dalam kekurangan, hidup dalam kemiskinan dan hidup dalam ketidak berdayaan. Bulan Ramadhan yang hadir sebagai madrasyah memperbaiki keimanan, keikhlasan dan memahami sesama mestinya membawa perubahan ketika ramadhan berakhir. Bulan Ramadhan adalah bulan yang mendidik kita untuk selalu peka terhadap kesusahan, kesedihan dan ketidakberdayaan orang lain. Bulan Ramadhan sesungguhnya mengajarkan dan menyadarkan kita untuk selalu merasakan bagaimana penderitaan sesama yang kurang berkecukupan.

Allah selalu mengingatkan betapa pentingnya membelanjakan harta kita melalui kewajiban berzakat, karena pembelanjaan kita yang tulus dan ikhlas di jalan Allah hanya dikarenakan menolong sesama yang tidak mampu akan dibalas Allah dengan nilai kebaikan yang berlipat ganda, sebagaimana Firman Allah SWT: 'Perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya dijalan Allah, adalah bagaikan sebutir benih yang tumbuh menjadi tujuh butir, setiap butirnya mengandung seratus biji, Allah melipat gandakan pahala siapa yang Dia kehendaki dan Allah sangat luas karunia-Nya lagi mengetahui.' (QS: Albaqarah, Ayat 261 ). Tanpa menunaikan zakat seseorang tidak akan masuk dalam himpunan kaum-Mu'minin yang telah dijanjikan kemenangan oleh Allah, dijamin Al-Firdaus dan diberikan petunjuk dan kabar gembira, Allah berfirman 'Sesungguhnya berbahagialah orang-orang yang beriman. Yaitu orang-orang yang khusu' dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari ( perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna dan orang-orang yang menunaikan zakat.'(QS, Al-Mu'minun: 1-4)

Di bulan Ramadhan ini, adalah bulan menumbuhkan sifat kedermawanan, melalui zakat kita akan peduli sesamanya dan mestinya kewajiban zakat ini akan terus dilaksanakan oleh kaum muslimin bukan karena temporer, meskipun frekuensi dan volume zakat di bulan ramadhan sangat meningkat cukup tinggi dengan kewajiban zakat Fitrah. Zakat sebenarnya memaknai kita untuk berbagi dan peduli sesama, Allah SWT berfirman: 'Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaikan, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah kebaktian orang yang beriman kepada Allah, Hari Kemudian, Malaikat-malaikat, Kitab-kitab, Nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta dan (memerdekakan) hamba sahanya, mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang yang bertaqwa' (QS, Al-Baqarah: 177).

Bulan Ramadhan menempa kita untuk selalu membelanjakan harta-harta kita di jalan Allah melalui Zakat yang telah diajarkan, tanpa zakat tidak dapat membedakan dirinya dari kaum munafiqin yang disifati Al-Qur'an dengan firman Allah SWT: 'Mereka tidak menafkahkan (harta) mereka melainkan dengan rasa enggan' ( QS: Ataubah: 54). Sia-sialah bentuk pembelanjaan di jalan Allah tanpa disertai dengan keiklasan yang tulus. Akhir Ramadhan ini merupakan momen untuk berzakat, yakni kewajiban berzakat fitrah disamping itu berinfaq dan bersedekah dengan ikhlas karena Allah, hanya satu tujuan untuk menolong sesama yang kurang beruntung, yakni orang fakir dan miskin serta anak-anak yatim/yatim piatu. Kita berharap semoga semangat ini akan terus berlanjut setelah ramadhan meninggalkan kita dan memasuki hari-hari biasa. Seandainya hal ini terjadi maka kita tidak akan menemui lagi kemiskinan dan kesedihan melanda umat Islam. Dengan menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh dan degan berbagai ibadah di dalamnya termasuk kewajiban berzakat fitrah, memperbanyak infaq dan sedekah kiranya keselamatan, limpahan rahmat Allah dan magfirah-Nya kita dapatkan dengan harapan mampu meningkatkan kualitas iman sehingga akan didapatkan kesudahan perbaikan hidup yang diberikan Allah di dunia dan di Akhirat kelak. Amin Ya Robbal Alamin.

.:: Kesedihan Meninggalkan Ramadhan ::.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah,
Marilah kita sama-sama meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wataala dengan penuh keyakinan dan keikhlasan dengan melakukan segala suruhannya dan meninggalkan segala larangannya. Mudah-mudahan kita menjadi insan yang bertakwa dan beriman serta selamat di dunia dan di akhirat.

Muslimin yang berbahagia,
Kita telah pun memasuki hari-hari terakhir bulan Ramadhan. Kini kedatangan 1 Syawal semakin dirasakan. Setentunya kita selaku umat Islam merasa gembira dengan kedatangannya, tetapi kita merasa kesedihan untuk meninggalkan Ramadhan yang penuh rahmat dan keberkatan ini. Tidak dapat dinafikan sebahagian besar di antara kita telah pun membuat persiapan-persiapan untuk menyambut kedatangan ‘Aidilfitri’ yang mulia, antaranya keperluan-keperluan rumah, pakaian, makanan dan minuman. Semua ini adalah semata-mata untuk meraikan hari raya agar sentiasa dalam suasana kegembiraan.

Sememangnya agama Islam tidak menghalang kita dari membuat segala macam persiapan asalkan ianya tidak bertentangan dengan lunas-lunas ajaran agama Islam. Apa yang penting diamalkan ialah sifat kesederhanaan dan tidak berlebih-lebihan sehingga membawa kepada pembaziran yang bertentangan dengan latihan rohani yang telah kita amalkan sepanjang bulan Ramadhan. Kerana sifat pembaziran itu adalah perbuatan syaitan sebagaimana firman Allah Subhanahu Wataala :-

Tafsirnya :
Dan janganlah kamu membelanjakan hartamu dengan boros yang melampau-lampau. Sesungguhnya orang yang boros itu adalah saudara-saudara syaitan, sedang syaitan itu pula adalah mahkluk yang sangat kufur kepada tuhanNya’. (Surah Al-Israa : 26 dan 27).

Ahli Jumaat sekalian,
Dalam kesibukan kita membuat persiapan bagi menyambut kedatangan bulan Syawal, perlulah juga kita ingat agar jangan sampai kita terlupa kewajipan yang perlu kita laksanakan iaitu membayar zakat khususnya ‘Zakat Fitrah’. Kewajipan ‘Zakat Fitrah’ itu adalah merupakan pelengkap ibadat puasa kita dan juga sebagai penutup kepada kecacatan-kecacatan yang berlaku dalam kita mengerjakan ibadat puasa. Bahkan juga sebagai penghubung yang boleh menghapuskan jurang perbezaan di antara si kaya dengan si miskin. Selain daripada kewajipan zakat fitrah kita juga diwajibkan untuk mengeluarkan zakat harta kekayaan iaitu yang dihasilkan melalui perniagaan, penternakan dan lain-lain lagi yang diwajibkan mengikut hukum syara’, kerana dari harta-harta yang terkumpul itu dikhuatiri terdapat hak golongan-golongan yang dinyatakan dalam Al-Quran sebagaimana firman Allah Subhanahu Wataala dalam surah Al-Taubat, ayat 60 :-

Tafsirnya :
Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, dan orang-orang miskin, dan amil-amil yang mengurusnya, dan orang muallaf yang dijinakkan hatinya, dan untuk hamba-hamba yang hendak memerdekakan dirinya, dan orang-orang yang berhutang, dan untuk dibelanjakan pada jalan Allah dan orang-orang musafir yang keputusan dalam perjalanan. Ketetapan hukum yang demikian itu ialah sebagai satu ketetapan yang datang dari Allah, dan ingatlah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Muslimin yang dirahmati Allah,
Dalam kemeriahan kita menyambut ketibaan hari raya, kita juga jangan lupa kepada mereka yang telah pun meninggalkan kita iaitu meninggal dunia. Kelaziman yang kita lakukan di negara kita ialah menziarahi kubur, lebih-lebih lagi ketika berada di bulan Ramadhan. Kenapakah kita dianjur menziarahi kubur? Antara lain ialah supaya kita sentiasa ingat kepada mati dan sentiasa insaf dan sedar agar tidak terlalai daripada mengingati Allah Subhanahu Wataala dan hanya mengejar kesenangan dan kemewahan hidup di dunia.

Perlu diingat dalam kita menziarahi kubur itu, kita hendaklah mematuhi adab-adab yang telah digariskan oleh agama Islam, antaranya ialah sebelum ke kubur, kita hendaklah berwudhu, memakai pakaian yang sopan dan menutup aurat. Apabila sampai di tanah perkuburan, kita disunatkan memberi salam kepada ahli kubur, yang berbunyi : “Assalamualaikum Ya Ahlal-Kubur’ ataupun “Assalamualaikum Ya Ahlad-Diyar” dan setelah itu sunat bagi kita membacakan kepada ahli kubur seperti surah Al-Fatihah, surah Yaasin dan bertahlil dan sebagainya dan doakanlah semoga roh-roh mereka agar dicucuri rahmat dan mendapat pengampunan dari Allah Subhanahu Wataala. Dan semasa berada di tanah perkuburan kita dilarang membuat kekotoran, sebaliknya kita hendaklah menjaga kebersihan kawasan perkuburan.

Wahai kaum muslimin,
Semasa kita masih lagi berada di bulan Ramadhan ini, marilah kita sama-sama berusaha mempertingkatkan ibadat kita kepada Allah Subhanahu Wataala dengan mematuhi segala adab dan peraturan dalam kita mengerjakan ibadat tersebut agar kita dapat merasa betapa kenikmatan berpuasa dan berhari raya itu.

Janganlah disia-siakan masa yang hanya tinggal sedikit ini dan janganlah beranggapan bahawa kita masih berpeluang melakukannya di bulan Ramadhan akan datang kerana kita tidak tahu bilakah ajal akan menemui kita.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wataala dalam surah Al-A’raaf, ayat 34 :

Tafsirnya :
Apabila sampai tempoh mereka, tiadalah mereka akan dapat meminta dikemudiankan sesaatpun dan tidak pula mereka akan dapat meminta didahulukan.

Firman Allah Subhanahu Wataala dalam surah An-Nisaa, ayat 78 :-

Tafsirnya :
Di mana jua kamu berada, maut akan mendapatkan kamu (bila sampai ajal). Sekalipun kamu berada dalam benteng-benteng yang tinggi lagi kukuh.

Friday, September 14, 2007

.:: Kehidupan Muslim Di Selatan Thailand ::.

Kehadiran Ramadhan tahun 2007 memberi peluang kepada umat Islam di seluruh dunia untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah puasa pada siangnya, solat sunat tarawikh serta berqiamullail pada sebelah malamnya. Bulan turunnya Al-Quran ini disambut dengan suasana meriah di seluruh Negara dan bulan ini digelar bulan pesta ibadah.

Namun bagi Penduduk Islam di selatan Thailand, kemeriahan menyambut kehadiran bulan pesta ibadah ini hambar kerana tidak ada bezanya dengan bulan-bulan yang lain. Pembunuhan kejam, pengeboman, pemotongan bekalan eletrik, penutupan 1000 buah sekolah, kejadian rogol dan berbagai-bagai lagi penindasan tetap dilakukan terhadap masyarakat Islam oleh pihak yang terbabit malahan waktu berkurung pada waktu malam juga menyulitkan umat islam untuk mengecapi kemanisan solat sunat tarawikh secara berjemaah. Sempena kedatangan bulan Ramadhan yang mulia ini, marilah kita mengingati saudara mara kita yang mengharungi kehidupan yang getir dibawah pemerintahan Kejam Thailand ini .

Setiap hari Pembunuhan demi pembunuhan dan pengeboman sentiasa berlaku di kebanyakan kampung sekitar Selatan Thailand khususnya di 3 buah daerah majoriti umat Islam iaitu Yala, Patani dan Narathiwat. Bulan rejab yang telah melabuhkan tirai telah menyaksikan darah umat Islam mengalir deras melimpahi bumi Thailand. Terbaru 2 penduduk Islam di sebuah kampung di Daerah Yala terbunuh dalam satu serangan pada awal pagi pada hari pengisytiharan 1 Ramadhan di Selatan Thailand dan kawasan sekitar.

Sama nasib malang dengan masyarakat Palestin, perbincangan dan diplomasi terus menerus dilaporkan di dada-dada akhbar tempatan mahupun luar negara tetapi satupun tidak memberi kesan kepada proses damai dan tidak menjanjikan keamanan untuk umat Islam di Selatan Thailand, kekejaman tentera Thailand tetap tidak berperi kemanusiaan.

Bezanya cuma masyarakat Palestin mendapat simpati dan bantuan dari umat Islam seluruh dunia dan setidak-tidaknya bangsa Arab mengiktiraf perjuangan di Palestin menentang pencerobohan Yahudi sebagai perjuangan bangsa Arab. Justeru bangsa Arab seluruhnya menghulurkan bantuan kebajikan kepada masyarakat Palestin. Walaupun mereka di bawah telunjuk Amerika Syarikat tetapi mereka tetap tidak tinggalkan Palestin bersendirian. Berlainan halnya dengan bangsa Melayu, perjuangan saudara-saudara mereka di tanah yang dijajah Siam ini tidak dianggap sebagai perjuangan bangsa dan agama oleh bangsa Melayu. Mereka Tidak menganggap masalah Melayu Thailand adalah masalah umat Melayu. Inilah kekecewaan yang dirasai di sudut hati masyarakat Melayu Selatan Thai kerana mereka tidak nampak sebarang bantuan dihulurkan dari masyakat melayu sekeliling.

Tambah menyedihkan lagi Isu Selatan Thailand ini tidak menjadi fokus utama dan agenda penting oleh mana-mana pertubuhan termasuk Asean dan Persidangan Negara-negara Islam (OIC) hingga ke hari ini, malah campur tangan kerajaan Malaysia dalam menangani krisis di sana tidak membuahkan sebarang hasil setakat ini.

Sempena dengan kehadiran bulan Ramadhan yang mulia ini, Gabungan Mahasiswa Islam SeMalaysia (GAMIS) menggesa Kerajaan Malaysia selaku ahli OIC dan ahli Asean memikirkan kaedah untuk menghantar bekalan makanan ke Yala dan bantuan-bantuan asasi lain. Pergolakan yang berlalu di sana menyebabkan penduduk Islam terkepung dan tidak dapat keluar untuk mendapatkan bekalan makanan, justeru setakat ini Malaysia selaku negara jiran terdekat dengan kawasan konflik perlulah memikirkan kaedah untuk menyelesaikan masalah terputus bekalan makanan di sana.

Sehingga kini, angka kematian dilaporkan melebihi 2,500 dengan kebanyakan kematian membabitkan tiga wilayah Melayu yang dijajah oleh Thailand sejak kebangkitan masyarakat Melayu tercetus pada Januari 2004.

Sempena dengan kehadiran Ramadhan ini juga, Gabungan Mahasiswa Islam SeMalaysia (GAMIS) menyeru semua umat Islam menghayati tangisan penderitaan dan jeritan meminta tolong dari saudara seaqidah di Selatan Thailand. Di dalam al-Quran, Allah mengarahkan manusia supaya membantu orang-orang miskin, mereka yang dihalau dari rumah, mereka yang ditindas dan juga mereka yang memerlukan dan ia menjadi satu tugas bagi setiap umat Islam khususnya di Malaysia untuk memberikan bantuan kepada mereka yang dizalimi, dianinyaya dan melarikan diri kerana dihalau dari negeri yang dijajah ini. Contoh-contoh pertolongan ini telah diberitahu di dalam al-Quran: 59:8-9

8. (juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan RasulNya. mereka Itulah orang-orang yang benar.
9. Dan orang-orang yang Telah menempati kota Madinah dan Telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka Itulah orang orang yang beruntung.

Akhirnya, sekali lagi, Gabungan Mahasiswa Islam SeMalaysia (GAMIS) ingin melahirkan rasa sangat prihatin dan simpati terhadap nasib umat Islam negeri yang dijajahi Siam ini dan GAMIS Menyeru rakyat Malaysia khususnya golongan mahasiswa untuk lebih prihatin dan sensitif kepada isu yang berlaku saban hari ke atas umat Islam Selatan Thailand.

Wednesday, September 12, 2007

.:: Menaut Ramadhan ::.


Sinar mentari ceria gemilang tika itu,
Bunga mekar mengembang mewarnai alam,
Burung berkicau mencicik riang,
Bayu meniup nyaman membelai jasad,
Ramadhan Kareem tiba lagi!

Nafsu,
dikau diterjah mati,
Sabar,
kamu pula sangat diuji,
Iman,
engkau dijulung tinggi,
Takwa,
kau disorak dirai,
Ruh,
engkau pula kan dipuji

Hai Teman,
Mari rai sepenuh hati!

Oh, Allah, Tabahkan hati ini, tuk melalui bulanMu yang Mulia ini, agar kami, hambaMu yang leman ini, dapat meraih ganjaranMu yang kekal abadi, agar dapat kami menuju ke syurga firdausi, Perkenankanlah doa kami, Ya rabbi, Ya Ilahi!

Tuesday, September 11, 2007

.:: Kehidupan Dalam Iman ::.

Orang-orang yang sesungguhnya paling sengsara ialah mereka yang miskin iman dan mengalami krisis keyakinan dan mereka akan selamanya akan berada dalam kesengsaraan, kesedihan, kemurkaan, dan kehinaan.

" Dan sesiapa yang berpaling ingkar dari ingatan dan petunjukKu maka sesungguhnya baginya adlh hidup yang sempit."

Tidak ada sesuatu yg dapat membahagiakan jiwanya melainkan keimanan yang benar kpd Allah SWT, Tuhan alam semesta. Pendek kata hidup akan hambar tanpa iman. Menurut pelbagai golongan pembangkang Allah yg sama sekali tidak beriman, cara terbaik utk menenangkan jiwa adlh dengan membunuh diri. Menurut mereka, dgn bunuh diri org akan dijauhkan dari segala tekanan, kegelapan dan bencana dalam hidupnya. Alangkah malangnya hidup yang miskin iman. Dan betapa pedihnya seksa dan azab yang akan dirasakan oleh orang-orang yang melencong dari bimbingan Allah di akhirat nanti.


" Dan Kami palingkan hati mereka dan pandangan mereka sebagaimana mereka telah tidak mahu beriman kpd ayat-ayat Kami ketika datang kpd mereka pada awal mulanya, dan Kami biarkan mereka teraba-raba di dlm kesesatannya dengan bingung."


Kini sudah tiba masanya dunia menerima dgn tulus ikhlas dan beriman dgn sesungguhnya bahawa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Bagaimanapun, pengalaman dan ujian sepanjang sejarah hidup di dunia ini dari abad berabad sudah membuktikan banyak hal, menyedarkan akal bahawa berhala-berhala itu tahyul belaka, kekafiran itu punca malapetaka, pembangkangan itu dusta, para rasul itu benar adanya dan Allah betul-betul Penguasa di muka bumi dan langit.

Seberapa besar iman anda maka setakat itulah pula kebahagiaan, ketenteraman, kedamaian, dan ketenangan jiwa anda. Tujuan hidup yg baik (hayatun thayyibah) ialah ketenangan jiwa mereka disebabkan janji baik Tuhan mereka, keteguhan hati mereka dlm mencintai Zat yg menjadikan mereka, kesucian nurani mereka dari unsur-unsur penyimpangan iman, ketenangan mereka dalam menghadapi setiap kenyataan hidup, kerelaan hati mereka dlm menerima dan mengharungi ketentuan Ilahi, dan keikhlasan mereka dlm menerima takdir. Dan itu semua adlh kerana mereka betul-betul yakin dan ikhlas menerima bahawa Allah sebagai Tuhan mereka, Islam sebagai cara hidup mereka dan Muhammad itu pesuruh Allah SWT.

Sunday, September 9, 2007

.:: Ukhuwwah Fillah Abadan Abada ::.



.:: Time ni ana, Faris ngan Afdholul jadi urusetia program perjumpaan waris dan guru PMR, SPM, dan STAM MATRI ::.

Tuesday, September 4, 2007

.:: Menyambut Kedatangan Ramadhan ::.


Alhamdulillah, beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan, bulan yang amat suci dan mulia. Mari kita sambut datangnya bulan suci ini dengan suka cita dan gembira. Kita panjatkan rasa syukur kepada Allah atas karunia-Nya di mana kita telah di beri panjang umur sehingga bisa memasuki bulan Ramadhan ini dengan tenang. Ini adalah karunia yang amat besar. Sebab, hidup di bulan Ramadhan berarti kita di beri kesempatan beribadah yang pahalanya berlipat ganda, tidak seperti pada bulan-bulan lainnya.

“Seandainya umatku mengetahui apa yang terdapat di bulan Ramadhan, niscaya mereka menginginkan agar supaya semua tahun itu menjadi bulan Ramadhan. Karena sesungguhnya semua kebaikan berkumpul di bulan Ramadhan, ketaatan di terima (oleh Allah), semua do’a di kabulkan, semua dosa di ampuni dan surga rindu kepada mereka.” ( Hadits Rasulullah, Dari Ibnu Abbas. )

“Adalah Rasulullah s.a.w. apabila telah masuk sepuluh malam (yang terakhir dari bulan Ramadhan), beliau hidupkan malam itu, membangunkan keluarganya dan mempererat sarungnya (yaitu tidak mengumpuli isteri-isterinya).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Yang wajib kita lakukan di bulan Ramadhan adalah Berpuasa selama satu bulan penuh. Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam, yaitu merupakan rukun yang ke Empat. Jadi bagi setiap orang Islam yang sudah mukallaf tidak boleh meninggalkan puasa kecuali jika ada halangan yang di benarkan oleh syara. Meskipun begitu dia yang berhalangan berpuasa masih tetap di wajibkan membayar puasa yang di tinggalkan itu pada hari-hari lain di luar bulan Ramadhan.

“Hai orang-orang yang beriman, di wajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana di wajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. Yaitu dalam beberapa hari yang tertentu. Maka, jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa)sebanyak hari yang di tinggalkan itu pada hari-hari yang lain…” (QS. Al-Baqarah : 183-184)

“Barangsiapa merasa bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan, maka Allah mengharamkan jasadnya masuk ke dalam neraka.” (Hadits Rasulullah s.a.w.)
wallahu ‘alam bis shawab_ _